https://ejournal.unitaspalembang.ac.id/index.php/ags/issue/feedAGRONITAS2026-06-29T03:13:58+00:00Ir. Taufik Syamsuddin, M.Si.syamsuddintaufik@gmail.comOpen Journal Systems<div id="additionalHomeContent"> <p style="text-align: left;"><strong><span style="vertical-align: inherit;">AGRONITAS eJournal:</span></strong> merupakan jurnal ilmiah dalam bidang ilmu-ilmu pertanian yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Palembang P- ISSN : 2655-6170 dan E-ISSN: 2775-846X . Jurnal ini terbit dua kali setahun, yaitu pada periode bulan April dan Oktober, sebagiai media informasi dan komunikasi ilmiah guna menyajikan hasil-hasil penitilitian yang terbaru (up to date), pemikiran dari para peneliti, pakar dan pemerhati dalam bidang pertanian yang meliputi Teknologi Hasil Pertanian, Hama dan Penyakit Tanaman, Tanah, Agronomi dan Ekonomi Pertanian. AGRONITAS menerima naskah yang merupakan hasil penelitian (research), catatan peneltian, ulas balik artikel (article review) dan ulasan kajian dan atau kajian pustaka (feature books), dalam bahasa Indonesia yang belum pernah atau sedang dipertimbankan untuk diterbitkan/dipublikasikan pada penerbit jurnal/buletin/majalah ilmiah lainnya.</p> </div>https://ejournal.unitaspalembang.ac.id/index.php/ags/article/view/663RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) PADA BERBAGAI JENIS PUPUK ORGANIK2026-05-20T07:32:17+00:00Missdiani muzarmissdianimuzar@gmail.comOksilia Oksiliaoksilia@gmail.comDamai Yanti Dawolomissdianimuzar@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) pada berbagai jenis pupuk organik. Penelitian dilaksanakan di Kebun Pertanian Sukamulya Kecamatan Sematang Borang, Palembang, pada bulan Maret hingga Juni 2025. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan, yaitu P0 (tanpa pupuk), P1 (pupuk kascing), P2 (pupuk kasgot), P3 (pupuk trichompos), P4 (pupuk kotoran ayam), dan P5 (pupuk kotoran sapi) dengan 4 ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga, jumlah tongkol per tanaman, panjang tongkol, diameter tongkol, bobot tongkol per tanaman, produksi tongkol berkelobot per petak, dan produksi tongkol berkelobot per hektar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kotoran ayam (P4) dosis 15 ton/ha memberikan pengaruh terbaik terhadap jumlah daun, jumlah tongkol per tanaman, diameter tongkol, bobot tongkol berkelobot per tanaman, produksi tongkol per petak, dan produksi tongkol per hektar. Dengan demikian, pupuk kotoran ayam dapat direkomendasikan sebagai pupuk organik terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis.</p>2026-06-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 AGRONITAShttps://ejournal.unitaspalembang.ac.id/index.php/ags/article/view/687PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KALSIUM NITRAT (Ca(NO3)2) TERHADAP BEBERAPA KARAKTER AGRONOMI DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.)2026-06-26T04:10:47+00:00Lusmaniar Lusmaniarlusmaniar2026@gmail.comPutri Andanilusmaniarunitas@gmail.comDian Novitalusmaniarunitas@gmail.comAndre Setiyawanlusmaniarunitas@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kalsium nitrat (Ca(NO<sub>3</sub>)<sub>2</sub>) terhadap beberapa karakter agronomi dan produksi tanaman tomat (<em>Lycopersicum esculentum</em> Mill.). Penelitian ini telah dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Palembang. Waktu pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan maret sampai dengan bulan juni 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yang meliputi C<sub>0</sub> (tanpa pupuk Ca(NO<sub>3</sub>)<sub>2</sub>), C<sub>1</sub> (0,5 g tanaman<sup>-1 </sup>Ca(NO<sub>3</sub>)<sub>2</sub>), C<sub>2 </sub>(1 g tanaman<sup>-1</sup> Ca(NO<sub>3</sub>)<sub>2</sub>), C<sub>3 </sub>(1,5 g tanaman<sup>-1 </sup>Ca(NO<sub>3</sub>)<sub>2</sub>), C<sub>4</sub> (2 g tanaman<sup>-1</sup> Ca(NO<sub>3</sub>)<sub>2</sub>). Ss etiap perlakuan terdapat 5 ulangan setiap ulangan terdiri dari 5 tanaman. Hasil pelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pupuk kalsium nitrat (Ca(NO<sub>3</sub>)<sub>2</sub>) berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah buah pertanaman. Berpengaruh nyata terhadap berat buah per tanaman dan produksi buah per hektar, serta berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga, umur panen pertama, jumlah buah yang terkena <em>blossom</em> <em>end</em> <em>rot</em> dan persentase buah yang terkena <em>blossom</em> <em>end</em> <em>rot</em>. Perlakuan C<sub>3</sub> (1,5 g tanaman<sup>-1</sup> Ca(NO<sub>3</sub>)<sub>2</sub>) merupakan perlakuan terbaik terhadap peubah yang diamati yaitu umur berbunga, umur panen pertama, jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman, jumlah buah yang terkena blossom end rot, persentase buah yang terkena blossom end rot dan produksi buah perhektar.</p>2026-06-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 AGRONITAShttps://ejournal.unitaspalembang.ac.id/index.php/ags/article/view/682Pengaruh Metode Penggorengan (Deep Frying dan Air Frying) terhadap Kerenyahan dan Daya Terima Keripik Labu Siam (Sechium edule). 2026-06-18T02:27:41+00:00Bayurini Puji Lestaribayurini88@gmail.comWike Nurwita Dewibayurini88@gmail.com<p>Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pangan, Institut Teknologi Pagar Alam. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor, yaitu metode penggorengan yang terdiri atas dua perlakuan: P1 = deep frying dan P2 = air frying, masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati meliputi kadar air, tekstur (kerenyahan/gram force), warna (L*, a*, b*), dan uji daya terima menggunakan uji hedonik skala 5 terhadap atribut warna, aroma, rasa, tekstur, dan penerimaan keseluruhan. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) 5% apabila terdapat perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode penggorengan memberikan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap kadar air, kerenyahan, dan daya terima keripik labu siam. Perlakuan deep frying (P1) menghasilkan kadar air lebih rendah yaitu 2,84%, nilai tekstur 612,45 gram force, dan skor hedonik keseluruhan 4,28 (suka) dibandingkan perlakuan air frying. Sementara itu, perlakuan air frying (P2) menghasilkan kadar air 4,11%, tekstur 754,26 gram force, dan skor hedonik keseluruhan 3,87 (agak suka). Berdasarkan metode indeks efektivitas, perlakuan terbaik diperoleh pada metode deep frying (P1) karena menghasilkan karakteristik kerenyahan lebih tinggi serta tingkat penerimaan konsumen yang lebih baik. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode deep frying masih menjadi metode yang lebih efektif dalam menghasilkan keripik labu siam dengan mutu sensori optimal, meskipun metode air frying memiliki potensi sebagai alternatif pengolahan yang lebih rendah minyak.</p>2026-06-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 AGRONITAShttps://ejournal.unitaspalembang.ac.id/index.php/ags/article/view/693PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK KASGOT TERHADAP KOMPONEN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)2026-06-29T03:13:58+00:00Dian Novitadiannovita@unitaspalembang.ac.idAndre Yumidiannovita@unitaspalembang.ac.idOksiliaoksilia@gmail.comSelvia Wulan Hajijahdiannovita@unitaspalembang.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik kasgot terhadap komponen hasil tanaman bawang merah (<em>Allium ascalonicum</em> L.). Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tamansiswa Palembang pada bulan Maret sampai Juni 2025, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dosis pupuk kasgot (0, 10, 15, 20, dan 25 ton/ha) yang diulang empat kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun per rumpun, jumlah umbi per rumpun, diameter umbi, berat berangkasan basah, berat askip, susut bobot, dan berat per hektar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kasgot berpengaruh sangat nyata terhadap diameter umbi, berat berangkasan basah, berat askip, dan susut bobot, serta berpengaruh nyata terhadap jumlah umbi per rumpun. Pemberian pupuk kasgot berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun. Perlakuan dosis 25 ton/ha (K4) menghasilkan nilai tertinggi pada sebagian parameter, diameter umbi, berat berangkasan basah, berat askip, susut bobot terendah, dan berat per hektar.</p>2026-06-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 AGRONITAShttps://ejournal.unitaspalembang.ac.id/index.php/ags/article/view/683STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI PADI SAWAH DI DESA L SIDOHARJO KECAMATAN TUGUMULYO2026-06-25T04:53:57+00:00Febrina Nur Annisawdyannalisa@gmail.comVera Octaliawdyannalisa@gmail.comIra Primalasariwdyannalisa@gmail.comWidya Analisawdyanalisa@gmail.comSyabawaihiwdyannalisa@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan usahatani padi sawah di Desa L Sidoharjo Kecamatan Tugumulyo. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara, observasi, dan penyebaran kuesioner kepada 15 petani padi sawah yang dipilih secara purposive. Analisis dilakukan menggunakan matriks IFAS dan EFAS untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan usahatani padi sawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total skor IFAS sebesar 1,98 yang terdiri atas skor kekuatan sebesar 1,52 dan kelemahan sebesar 0,46, sedangkan total skor EFAS sebesar 1,79 yang terdiri atas skor peluang sebesar 1,39 dan ancaman sebesar 0,40. Faktor kekuatan utama meliputi lahan pertanian yang subur, kualitas hasil produksi yang baik, pengalaman petani, serta semangat petani dalam mengembangkan usaha tani. Faktor peluang utama yaitu meningkatnya kebutuhan pangan, dukungan pemerintah terhadap ketahanan pangan, dan perkembangan teknologi pertanian digital. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa strategi pengembangan usahatani padi sawah berada pada Kuadran I yaitu strategi agresif (growth oriented strategy). Strategi tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian, meningkatkan penggunaan teknologi pertanian modern, memperkuat kerja sama kelompok tani, meningkatkan pelatihan petani, serta memanfaatkan dukungan pemerintah dalam pengembangan sektor pertanian.</p>2026-06-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 AGRONITAS